Kamis, 07 Juli 2011

Jalan Jajan Santai di Yogya Special Edition - Yogya We're Coming,..

Yogya, We’re coming,..

Pukul 15.00 WIB, kami baru sampe di Yogya. Beberapa janji telah dibuat. Salah satunya adalah mengajak Wawan dan Dhanny ke Parangtritis. Karena masih ada (sangat sedikit) waktu sebelum bertemu dengan mereka berdua maka kami memutuskan untuk mencari hotel dulu. Daerah Prawirotaman,.. untuk masalah hotel Ayu sama sekali tidak terlibat, dia percaya 100% aku tahu hotel murah di Yogya, padahal, hm,… (belum tahu dia hehehe)..

Prawirataman adalah satu daerah di salah satu sudut jalan Parangtritis, Yogyakarta, dimana banyak penginapan murah tersebar, dan menurut informasi yang aku percaya dari teman – teman di Yogya, penginapan di Prawirataman masuk kategori aman, artinya bukan termasuk penginapan untuk shot time. Hm,.. aman,..

Otakku berfikir keras menemukan penginapan yang nyaman, aman dan murah hehehe disamping juga memikirkan kenyamanan si kaka jo alias ada tempat untuk nginep si mobil. Penginapan pertama yang aku masuki tampak lux dengan café di bagian depan. Aku nggak yakin. Aku mundur tanpa minta persetujuan Ayu. Gimana nggak, harga kamar termurah dari penginapan itu dua ratus enam puluh ribu. Meski temanya nggak mikir budget, tetep aja angka segitu membuatku mundur teratur.

Penginapan kedua yang kami masuki memiliki halaman lumayan luas untuk aku parir mobil. Ayu masih menerima telepon ketika aku menanyakan rate kamar. Great !! ada kamar yang – menurutku - pas harganya. Delapan puluh lima ribu rupiah semalam dengan beberapa fasilitas. Aku meminta Ayu turun dari mobil dan bersama – sama lihat kamarnya. (dan masih berdo’a dalam hati semoga Ayu’ setuju, udah ga ada waktu lagi cari hotel nih )

Tidak butuh waktu lama, kami sepakat untuk menyewa kamar itu untuk semalam. Delapan puluh lima ribu itu dapat diterjemahkan menjadi kamar yang lumayan besar untuk kami berdua, dengan tempat tidur lumayan besar juga dan TV 14” berwarna di sudut kamar (yang tidak begitu bermanfaat sepertinya), kamar mandi dengan bathtub (meski tidak ada air hangat, tapi siapa juga yang butuh air hangat di Yogyakarta ), setermos teh hangat, kolam renang yang siap kami gunakan kapan saja, dan sarapan dua piring nasi goreng keesokan paginya. Betapa rate yang sangat menyenangkan bukan,..

Hanya sebentar kami berada di kamar tersebut. Jam sudah menunjukkan pukul tiga lewat empat puluh. Wawan SMS akan menunggu kami di depan Malioboro Mall sepuluh menit lagi. Aku memacu mobilku melewati jalan Gondomanan kemudian disambung dengan jalan Mataram yang mengantarkanku pada belokan kiri yang berujung di jalanan super ramai bernama Malioboro. Maliboro tidak berubah, sedikit berubah dengan volume kendaraan yang penuh sesak tak menyisakan ruang, bahkan untuk mobil sekecil karimunku. Seperti taksi menaikkan penumpang, Wawan memasuki mobilku. Kenalan dengan Ayu sebentar, lalu mereka sudah asyik dalam diskusi tentang buku yang sedang mereka baca. Aku konsentrasi pada jalan yang ramai. Bukan jalannya tapi konsentrasi mengingat jalan menuju dongkelan. Dimana kami akan bertemu dengan Dhanny,..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar