Kamis, 07 Juli 2011

Jalan Jajan Santai di Yogya Special Edition - Alkid

Spent the nite at Alun – Alun Kidul.

Kelar makan, aku bikin ulah, aku nggak rela malam ini berakhir hanya dengan makan malam menyenangkan ini. Inilah saat yang paling sempurna untukku, dimana aku berada ditengah – tengah orang – orang yang sangat berarti untukku. Aku merasa lengkap sudah. Aku masih ingin bersama mereka, utuh. Aku mengusulkan ke Alkid (singkatan dari Alun – Alun Kidul) yang ada di sebelah selatan Keraton Yogyakarta. Asumsiku sih Malioboro pasti ramai dan aku menghindari keramaian. Dhanny yang asli Yogya hanya tersenyum mendengar celotehku tentang teori keramaian di Yogyakarta.

Aku sedikit terperangah mendapati Alkid tak kalah ramai dengan Malioboro. Namun keinginan untuk melihat secara dekat beringin kembar yang konon menyimpan cerita mistik sedemikian besar mengalahkan asumsi konyolku tadi. Kami nongkrong saja di sana. Melihat dan menertawakan beberapa orang (sembilan puluh persen anak muda) yang mencoba melewati kedua beringin itu dengan mata tertutup dan langkah mereka melenceng jauh dari tujuan. Huahahahaha. Dhanny menantangku untuk melewati ringin kembar. Aku menolak. Berfikir dengan pandangan normal aja sering melenceng apalagi mata musti ditutup,… 

Tak ada yang benar – benar sepi di Yogya ternyata (aduh gila ! empat tahun aku di Yogya, aku baru sadar kalo Yogya punya kehidupan malam yang dahsyat, tersadar saat aku telah meninggalkan Yogya enam tahun lamanya hihhihihi). Banyak pedagang di sepanjang jalan atau lebih tepatnya mengelilingi alun – alun, banyak pengamen, banyak juga yang pacaran. (aduh kalo yang ini no comment lah). Aura mistik benar – benar terasa di tempat ini. mungkin karena berada di lingkungan keraton. Who knows. Aku pribadi sebenarnya tidak terlalu terganggu, setidaknya aku malah teringat film (atau sinetron ya) yang menggunakan rumah didepan Alkid sebagai lokasi shooting. Itu, yang pemeran utamanya Rano Karno atau Paundra,. Wong wong ngganteng kae lho,…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar